Buku "Mindset" dari Carol S Dweck - Review Series
Mindset
Mindset…
sebelum kita menjelajahi lebih jauh buku “mindset” dari carrol Dweck, kita
perlu tahu lebih dahulu mengenai apa itu mindset. Berdasarkan beberapa sumber
yang aku baca, mindset adalah Sekumpulan pemikiran yang kita yakini dan membentuk
bagaimana diri kita menilai serta melihat dunia bahkan diri kita sendiri.
Buku
Mindset dari Carol Dweck ringkasnya menjelaskan bagaimana mindset yang kita
anut dapat memengaruhi sikap dan reaksi kita ketika berada pada situasi
tertentu. Pada buku ini kita dapat melihat penulis membagi tipe mindset menjadi
dua, yaitu Fixed Mindset dan Growth Mindset. Perbedaan yang dipaparkan antara
Fixed Mindset dan Growth Mindset disini cukup jelas, dan semuanya terlihat dari
tindakan yang diambil dan pemikiran yang dianut. Berikut perbedaanya :
1.
Penilaian
terhadap diri sendiri
Orang-orang
yang memiliki fixed mindset berpikir bahwa kemampuan yang ada pada diri
seseorang adalah takdir mereka dan hal ini bersifat tetap. Mereka pintar karena
memang sejak lahir sudah memiliki kemampuan dan sebaliknya, mereka bodoh karena
memang mereka sejak lahir sudah dungu. Orang-orang yang berpikir demikian
cenderung meremehkan atau bahkan rendah diri ketika membandingkan diri dengan
orang lain. Orang-orang fixed mindset berpikir bahwa kelebihan dan kelemahan
mereka adalah sesuatu yang tetap dan merupakan suatu batasan bagi mereka.
Berbeda
dengan orang yang memiliki Growth Mindset, orang-orang dengan growth mindset
berprinsip bahwa setiap kemampuan yang dimiliki seseorang adalah hasil dari
proses yang mereka kerjakan. Orang-orang ini adalah orang-orang yang lebih
percaya kepada proses ketimbang hasil yang harus ditunjukkan. Orang-orang
dengan prinsip ini adalah orang-orang yang terus memperbaiki serta
mengembangkan diri mereka dengan melihat kekurangan mereka sebagai sesuatu yang
dapat diperbaiki.
2.
Persetujuan
dan Perkembangan
Dalam
lingkungan kerja atau sosial, orang yang memiliki fixed mindset cenderung ingin
menjadi orang yang nomor satu, dan ingin mendapat posisi paling utama dalam
pengakuan lingkungan. Merasa menjadi orang paling pintar, paling kreatif,
paling bijaksana, dan paling berkuasa dalam lingkungan mereka. Dengan berpikir
seperti ini mereka akan mengabaikan pendapat dan pemikiran orang lain, sehingga
tujuan bersama akan menjadi bias karena pendapat sendiri yang lebih diutamakan.
Orang dengan fixed mindset biasanya tidak mau mendengarkan pendapat orang lain,
kalaupun mendengar, ia akan mengiring opini supaya pendapatnya tetap
terealisasikan sehingga ia tetap menjadi satu-satunya pemenang. Dengan cara
demikian mereka ingin lingkungan menggambarkan diri mereka sebagai orang yang
paling cerdas diantara yang lain.
Berbeda
dengan Growth mindset, mereka akan mendengar, menghargai pendapat orang lain
dan membimbing timnya menuju kesuksesan bersama. Jadi berbanding terbalik
dengan orang-orang dari fixed mindset, seorang growth mindset akan
memaksimalkan kemampuan timnya untuk kesuksesan bersama dibanding membesarkan
nama pribadinya sendiri. Seorang pemimpin dari growth mindset akan percaya dan
menyerahkan tugas kepada staf yang lebih berkompeten dari pada meninggikan
pendapat sendiri. Dengan cara demikian, setiap orang yang berada dalam tim akan
melakukan tugasnya dengan maksimal dan setiap tugas tersebut akan membawa tim
kepada kesuksesan bersama.
3.
Perspektif
Kegagalan
Kegagalan merupakan
suatu kekalahan bagi orang-orang yang menganut konsep fixed mindset. Kegagalan bagi
orang-orang fixed mindset adalah suatu kecacatan bagi karir mereka, dimana
kegagalan ini akan membuat semua prestasi masa lalu mereka menjadi percuma. Belajar
dari kesalahan masa lalu bukanlah hal yang dianut oleh orang fixed mindset,
sehingga ketika mereka cenderung menghindar, menyalahkan, mencari-cari alasan
ketika mereka mengalami kegagalan.
Tentu berbeda
dengan orang-orang dari growth mindset, dimana orang dari growth mindset
melihat keagagalan sebagai sebuah peluang. Menganalisis dan mempertanyakan
kenapa mereka bisa gagal, dan memperbaiki kesahalan itu kemudian sehingga orang
yang memiliki konsep growth mindset dapat selalu menjadi pribadi yang
berkembang.
4.
Tantangan
atau kesulitan
Ketika
menghadapi tantangan, orang dari konsep fixed mindset cenderung menganggapnya
sebagai resiko kegagalan. Dengan adanya resiko ini, mereka akan berpikir ulang dan
mempertanyakan apakah mereka berbakat atau tidak, karena jikalau tidak, maka mereka
akan menghindar sehingga resiko gagal dapat juga mereka hindari. Dengan pemikiran
seperti ini, orang-orang dari fixed mindset sulit untuk berkembang.
Orang-orang dari
growth mindset memiliki pandangan yang berbeda ketika melihat sebuah kendala
atau kesulitan. Tantangan atau kesulitan ini merupakan peluang untuk tumbuh dan
berkembang menurut growth mindset. Mereka cenderung tidak peduli apabila mereka
gagal, karena yang mereka hanya memikirkan bagaiaman caranya dapat keluar dari
kesulitan tersebut dan berhasil. Dari sinilah perkembangan orang-orang dari
growth mindset berasal.
Menurut Carol S Dweck, perkembangan mindset ini muncul
dan dimulai sejak kita masih bayi. Pada umumnya bayi ingin belajar bertumbuh
dan berkembang setiap harinya. Lingkungan masa kecil kita lah yang membentuk
pola pikir kita. Pola asuh dan didikan orang tua berperan besar dalam
menentukan mindset apa yang akan dianut oleh anak. Secara tidak langsung
mindset yang dimiliki orang tua juga akan diterapkan kepada anaknya. Orang tua
dengan growth mindset akan membimbing dan mengajari anak untuk menjadi anak yang
berkembang, sedangkan orang tua yang mengadopsi pemikiran fixed mindset akan selalu
menilai anak, dan memberi tahu apa yang benar, apa yang salah, dan apa yang baik
atau buruk. Sekilas benar, namun dengan cara tersebut orang tua mendikte anak
menjadi pribadi yang orang tua inginkan bukan bertumbuh sesuai dengan apa yang
anak inginkan.
Mindset tentu dapat
berubah seiring dengan pertumbuhan seseorang. Dari masa kanak-kanak hingga dewasa
mindset dapat berubah. Menurut Carol Dweck mindset ini sama seperti otot yang
dapat dilatih. Pemikiran growth mindset ini dapat dadopsi oleh siapapun yang
menginginkannya. Dengan melatihnya secara perlahan baik dalam tindakan,
keputusan dan pandangan kita, kita pasti bisa menjadi orang-orang yang memiliki
pemikiran growth mindset.

Komentar
Posting Komentar